PP Persistri Gelar Pembinaan Pimpinan untuk Perkuat Strategi Dakwah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Zaman
Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Persistri, Dra. Hj. Lia Yuliani, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa dakwah di era digitalisasi menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus informasi, sehingga sulit membedakan antara kebenaran dan hoaks. Oleh karena itu, tujuan pembinaan ini adalah untuk menyamakan persepsi, memperkuat strategi, dan melakukan transformasi dalam gerakan dakwah Persistri.
Hadir sebagai narasumber Ketua Umum PP Persis, KH. Dr. Jeje Zaenudin, yang membawakan materi tentang strategi dakwah Persistri dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. Beliau menegaskan bahwa Persistri sebagai badan otonom Persatuan Islam (Persis) perlu mendapatkan pembinaan berkesinambungan dari badan induknya.
KH. Jeje Zaenudin menjelaskan bahwa Persis sebagai gerakan tajdid (pembaharu) membutuhkan transformasi metode, sarana, dan tata cara dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman, situasi, kondisi, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Transformasi ini, menurut beliau, harus bergerak dari cara lama menuju cara baru dengan ciri-ciri: modernis, profesional, proaktif-antisipatif, inovatif dan orisinil, inklusif dan terlibat, implementatif, sistematis, strategis dan taktis, ofensif dan progresif, berbasis pada realitas kehidupan, serta menjangkau skala nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, KH. Jeje Zaenudin menekankan bahwa yang sangat dibutuhkan Persis saat ini dan ke depan adalah gerakan tajdid dalam mengimplementasikan, mewujudkan, melaksanakan, dan merealisasikan gagasan pemikiran cemerlang dari ajaran Islam menjadi kenyataan nyata. Dengan demikian, ajaran Islam dapat benar-benar dilihat, dirasakan, dan memberi manfaat bagi semua orang, sehingga Islam hadir sebagai rahmatan lil aalamiin, minimal di lingkungan warga jamiyah Persis di bumi Indonesia.
Sebagai pelanjut dakwah Rasulullah SAW, Persis dan Persistri harus terus berkomitmen menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman demi maslahat umat.
“Gerakan dakwah Persis harus terus bertransformasi untuk menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” tegasnya.




