PP Persistri dan Laz Persis Gelar Pembinaan Karakter dan Outbond bagi Penerima Beasiswa Arruhama
Acara pembukaan digelar di Gedung Sejuta Cinta Persistri, Bandung, dan dihadiri oleh jajaran tasykil PP Persistri, perwakilan Laz Persis, serta seluruh peserta didik program beasiswa Arruhama.
Direktur Laz Persis, Angga Nugraha, S.Kom.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara PP Persistri dan Laz Persis dalam upaya mewujudkan cita-cita membentuk generasi Rabbani. Ia juga menekankan pentingnya penguatan karakter Islami dengan menyebutkan tujuh karakter Rabbani sebagai fondasi pembinaan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum PP Persistri, Dra. Hj. Lia Yuliani, M.Ag., yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa Arruhama merupakan gerakan sosial Persistri yang dikelola secara nasional melalui kerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) Persistri se-Indonesia. Ia menyampaikan terima kasih kepada Laz Persis atas sinergi dalam pelaksanaan kegiatan ini, dan memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta.
Bu Lia menyampaikan bahwa kunci kebahagiaan hidup adalah dengan senantiasa melakukan aktivitas yang dicintai oleh Allah SWT. Beliau berpesan agar para peserta berupaya memperbaiki kualitas shalat dengan disiplin, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan, serta senantiasa berbakti kepada orang tua (birrul walidain), sebagai jalan meraih keberkahan dan ridha Allah SWT.
Hari pertama kegiatan diisi dengan sesi pembinaan dan penguatan karakter di Gedung Sejuta Cinta Persistri, sementara hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan outbond di Grafika Cikole, Lembang. Outbond ini bertujuan untuk melatih kerjasama tim, kemandirian, serta memperkuat mental dan semangat kebersamaan di antara para peserta.
Melalui kegiatan ini, para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan manfaat secara akademik dan sosial, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, religius, dan mampu menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kehidupan masyarakat.(*)




